JAKARTA|ProNews.id – Pelunasan biaya haji mulai tahun 2024, sudah bisa dilakukan secara mencicil.

Hasil rapat kerja (raker) Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama Kementerian Agama (Kemenag) telah menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1445 H/2024 M rata-rata sebesar Rp93,4 Juta, dan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang ditanggung jemaah rerata sebesar Rp56,04 Juta.

Kesepakatan ini, menurut Siaran Pers Kemenag, sedang diusulkan ke pemerintah untuk diterbitkan Keputusan Presiden (Keppres).

Komisi VIII DPR juga meminta Kemenag bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH, untuk memberlakukan kebijakan cicilan pelunasan biaya haji bagi jemaah 1445 H/2024 M.

“Dalam kesimpulan rapat disebutkan bahwa proses mencicil biaya pelunasan bisa dilakukan sejak diputuskannya hingga akhir pelunasan BPIH,” kata Juru Bicara (Jubir) Kemenag, Anna Hasbie, Rabu (13/12) di Jakarta.

Sebagai tindaklanjut, sambungnya, Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag mengirim surat kepada Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag se-Indonesia pada 4 Desember 2023 lalu.

Tujuannya, menginformasikan bahwa jemaah haji Reguler yang masuk alokasi kuota haji 1445 H/2024 M sudah dapat mencicil pelunasan biaya hajinya.

“Kita sudah meminta para Kepala Kanwil Kemenag untuk menyosialisasikan bahwa jemaah haji reguler dapat melakukan pelunasan Bipih secara cicil atau bertahap melalui rekening masing-masing,” ungkap dia.

Anna menambahkan, waktu pelunasan Bipih secara cicil akan ditentukan di kemudian hari.

Skema ini, lanjutnya, baru diberlakukan sekarang.

Ia mengatakan, selama ini, proses pelunasan biaya haji tidak dicicil.

Pembayarannya, baru bisa dilakukan, setelah terbitnya Keppres tentang BPIH.

“Mulai sekarang, kebijakan mencicil pelunasan biaya haji diterapkan. Tujuannya, untuk memudahkan jemaah. Silakan ini untuk dimanfaatkan,” pesan Hesbiah.

Diketahui, kuota haji Indonesia 1445 H/2024 M sebanyak 221.000, terdiri atas 203.400 jemaah haji reguler dan 17.600 jemaah hajkhusus. Faam perkembangan selanjutnya, Indonesia mendapat kuota tambahan sebesar 20.000 dari Arab Saudi.

(*/Rev)